SADAR ATAU TIDAK MEREKA INILAH PUSAT PERHATIAN. Pemain bola voli KG Cup II 2010 ini menjadi perhatian ribuan pasang mata. Beberapa aksi mereka sangat berkesan, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan.
AKSI DUEL DI UDARA
DI TENGAH PERTANDINGAN
DI LUAR LAPANGAN
Jumat, 23 April 2010
Aksi pemain di babak penyisihan
Jepretan hari kedua
TAK KALAH SERU DENGAN HARI PERTAMA, hari kedua pun sangat seru. Bahkan, semakin banyak pertandingan yang digelar. Partai pertama di hari kedua mempertemukan tim tuan rumah Kelapa Gading Apik melawan SJVC. Mungkin tak biasa main pagi, kedua tim bermain di bawah performa. Banyak poin didapatkan karena kesalahan tim lawan. Misalnya, servis yang tidak nyampai, smash yang tidak melewati net, dll. Pertandingan yang kedua tim mengenakan seragam warna biru itu akhirnya dimenangkan tim tuan rumah, 2-1. Pertandingan kedua, pukul 09.00 mempertemukan dua tim tangguh. Ketangguhan terlihat dari kostum mereka. Brimob (ungu) melawan Taruna B (putih). Mungkin kelamaan menunggu, Taruna B yang diunggulkan dalam turnamen ini menyerah langsung dalam dua set. Pertandingan pertama yang dimenangkan tanpa rubber set.
Matahari makin panas, tapi peserta dan penonton seolah tak menghiraukannya. Pertandingan ketiga mempertemukan antara tim YS Tambak B melawan Ciracas. Nampaknya pertandingan hari kedua ini didominasi tim berkostum biru. Lewat pertandingan yang tak mudah, dan tentunya enak ditonton, tim YS Tambak B memenangkan pertandingan di pukul 10.00. Dan pertandingan keempat, 11.00, mempertemukan tim YS Tambak A (variasi) melawan BCP (merah). Pertandingan tim yang seimbang ini harus ditempuh melalui rubber set. Walau banyak kewer-kewer (kata yang dilontarkan manajer YS tambak bila anak asuhnya bermain di bawah performa sempurna) akhirnya tim YS Tambak A yang jumlah pemainnya pas-pasan memenangkan dengan rubber set. Kemenangan YS Tambak A ini menjadi tanda jeda pertandingan istirahat sampai pukul 14.00.
Lebih sedikit dari pukul 14.00, pertandingan keenam mulai. Kali ini mempertemukan tim tim STIA Banten (sebagai peserta susulan setelah tim pendaftar Ciceri mengundurkan diri) melawan Pertama Hijau. Pertandingan seru ini dimenangkan Permata Hijau yang memang berkostum hijau.
Disusul kemudian pertandingan memasuki enambelas besar. Pertandingan enambelas besar di hari kedua ini mempertemukan tim BAP (kuning variasi) melawan IVORA (merah). Kembali penonton disuguhkan pertandingan yang mendebarkan, dan lewat rubber set akhirnya untuk kedua kali BAP dapat memenangkan pertandingan dalam turnamen KG CUP II yang semarak dengan sponsor (Djarum Coklat, TB. Inti Pembangunan, Radar Banten, Jintan Hitam, Indomie, dan Indosat).
Pertandingan rubber set kembali terulang di pertandingan enambelas besar selanjutnya, kali ini mempertemukan tim Bonek melawan Suralaya. Pertandingan di akhir hari kedua ini sangat menghibur. Bukan hanya pertandingan yang seru, tapi seragam kedua tim sangat kontras, hijau pupus dikenakan Bonek dan kuning menyala dikenakan tim Suralaya. Keduanya seolah sangat siap dengan turnamen ini, dengan seragam yang impresif. Jalannya pertandingan lebih banyak dilihat penonton, bahkan sebagian besar penonton sangat emosional dalam pertandingan ini. Betapa tidak, salah seorang pemain dalam pertandingan ini adalah orang terkenal di KSB (Bp Yadi). Pertandingan yang sangat seru dan emosional ini juga salah satunya pemain profesional (Proliga). Sayang sekali, timnya tidak dapat membendung laju permainanan Suralaya, bukan karena dia bermain jelek tapi seolah nasib tidak memihak padanya.
Tepat sesuai harapan, pertandingan pertama dan kedua dapat berjalan lancar dan aman. Walau masih banyak kekurangan, Panitia sangat bersyukur semuanya seolah berjalan mudah. Rasanya tak sia-sia para donatur (Pak RW dan warga Kelapa Gading) dalam turnamen ini memberikan donasinya, karena menjadikan orang banyak berbahagia. Bukankah membahagiakan orang banyak merupakan ibadah. Semoga donasi para donatur merupakan ibadah yang utama.
Sabtu, 17 April 2010
Jepretan hari pertama
alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461261139626096322" />
HARI PERTAMA pertandingan KG CUP II sangat seru. Tiga pertandingan yang diselenggarakan semuanya harus melewati rubber set. Pertandingan pertama yang mempertemukan BAP (abu-abu) vs PANTER (biru) dimenangkan tim BAP, lewat kemenangan yang tak mudah. Pertandingan kedua antara GARDA (kuning) vs SURALAYA dimenangkan tim dari Merak (Suralaya), pun harus dengan susah payah. Juga dengan pertandingan ketiga, yang mempertemukan tim POLRES PANDEGLANG (hijau) vs CIMUNCANG (merah), si merah harus berjibaku untuk memenangkannya.
Kejar-mengejar nilai membuat semua saksi pertandingan (tim official, pemain cadangan, panitia, tim wasit, dan penonton) menjadi dag-dig-dug. Bagusnya pertandingan di lapangan yang direkayasa menjadi lapangan turnamen yang representatif ini dapat dilihat dari jepretan berikut.
Selasa, 13 April 2010
Technical Meeting 11 April 2010
Pada tanggal 11 April 2010, sesuai dengan undangan keikutsertaan KG CUP II: Turnamen Bola Voli Putra 2010, Panitia dan perwakilan tim peserta mengadakan Pertemuan Teknik (Technical Meeting). Ada dua poin penting hasil Technical Meeting tersebut, yaitu: Panduan Teknik Pertandingan dan Pengundian (Terlampir).
Berikut Panduan Teknik Pertandingan KG CUP II
I. Peraturan Pertandingan
Peraturan permainan bola voli yang dipakai adalah peraturan permainan bola boli international (FIVB), yang disahkan oleh PBVSI (yang berlaku umum di Serang-Banten).
II. Ketentuan Pemain
1. Jumlah pemain setiap tim: 12 orang termasuk 1 orang libero sesuai dengan formulir pendaftaran (dan tidak dapat diganti selama turnamen berlangsung)
2. Setiap tim harus memiliki 2 set kaos tim dengan warna yang berbeda (minimal kaos).
3. Pemain libero harus berbeda warna dengan warna kaos timnya.
4. Kaos tim harus bernomor dada dan bernomor punggung.
5. Setiap tim mempunyai satu orang kapten tim dan harus memakai tanda kapten tim (diletakan di bawah nomor dada, dengan ukuran 8 X 2 cm, warna kontras).
6. Setiap tim didampingi oleh seorang manajer, pelatih, dan dua orang official tim.
7. Pemain yang sudah bermain di salah satu rim peserta KG II tidak diperkenankan bermain di tim lain.
III. Ketentuan Pertandingan
Sistem pertandingan yang digunakan adalah:
1. Semua pertandingan menggunakan sistem gugur.
2. Babak penyisihan menggunakan dua set kemenangan (Two Winning set).
3. Babak final menggunakan tiga set kemenanggan (Three Winning set).
IV. Diskualifikasi
1. Apabila jumlah pemain yang bertanding kurang dari ketentuan (6 orang) maka regu tersebut dinyatakan diskualifikasi (WO) sampai batas waktu yang ditentukan 15 menit.
2. Apabila regu yang bertanding terlambat datang 15 menit sesuai dengan jadwal pertandingan, maka regu tersebut dinyatakan kalah WO.
3. Apabila regu yang bertanding (pemain) tidak sesuai dengan persyaratan administrasi yang telah ditentukan maka regu tersebut dinyatakan kalah WO (diskualifikasi).
4. Apabila regu yang bertanding menolak berrtanding pada jadwal yang telah disusun.
V. Protes
1. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
2. Keputusan Dewan Hakim/Panitia Pelaksana adalah mutlak.
3. Protes dilakukan paling lambat 10 menit setelah pertandingan berakhir secara tertulis di atas scoresheet dan dikenakan biaya protes sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).
Senin, 05 April 2010
KWK II
KWK II 2010
EMPAT APRIL 2010 suasana lapangan Fasum Kelapa Gading lebih meriah. Di Minggu pagi hari, panitia dan warga yang akan menyemarakkan KWK II berdatangan memadati lapangan. Bagai sebuah ritualitas, acara diawali dengan panitia mempersiapkan segala sesuatunya: soundsystem, meja bazar, dll. Kali ini yang mendapat giliran menjadi panitia adalah warga RT 05. Jadinya, persiapan hanya bisa diselesaikan dalam waktu tak lebih dari tiga puluh menit.
Sementara itu, warga mulai berdatangan pada pukul 06.00 lebih, setelah adanya pengumunan bahwa KWK akan segera dimulai dari panitia. Seperti biasa, KWK dimulai dengan senam pagi. Kegiatan untuk menjadikan warga sehat ini berlangsung hampir satu jam, dengan mendatangkan instruktur senam dari luar. Kegiatan kesehatan ini bertambah dengan asupan sarapan berupa bubur kacang hijau, yang dibagikan secara gratis. Sambil menikmati sarapan yang diberikan panitia, acara berganti menjadi ramah-tamah (Silaturahmi) antarwarga. Bincang-bincang membicarakan tema yang digemari masing-masing warga menjadi penghangat suasana rukun warga. Dan tak lama berselang, di sela-sela acara nyantai ini juga disertai dengan pengumuman dari RW.
Sebagai lembaga penghubung antarwarga dan pemerintah, tak jarang RW diberi tugas-tugas yang sebenarnya harus dikerjakan oleh pemerintah. Misalnya, pendataan warga. Dalam KWK ini, RW menginformasikan dan membagikan SPPT PBB dari Dirjen Pajak, di bawah Departemen Keuangan, yang dalam bulan terkahir ini mendapat sorotan dari media, terkait kasus makelar pajak. Karena sudah saling mengenal, pembagian SPPT PBB ini berjalan sangat cepat. Bendelan yang tak beraturan itu berubah menjadi bendelan per RT, dari sini kemudian akan dibagikan per masing-masing warga (wajib pajak).
Selain menginformasikan tentang pajak, dari RW juga menginformasikan tentang upaya mempermudah petugas keamanan dalam bertugas. Agar keluar-masuk kendaraan di kawasan Kelapa Gading lebih mudah terpantau, maka diperlukan adanya tanda (stiker) di masing-masing kendaraan. Kesepakatan ini didasari pada hasil rapat pengurus RW dan pengurus RT pada awal tahun. Stiker dengan desain yang pas untuk mobil dan motor serta awet terhadap cuaca ini diharuskan dimiliki semua warga yang memiliki kendaraan. Pembuatannya dengan ongkos produksi Rp 570.000 (dengan jumlah stiker 300 eksemplar), jadi satu stiker Rp 1.950.
Kawasan Kelapa Gading memang masih perlu banyak pembenahan, dan salah satu yang sedang dibenahi adalah masjid. Tentu saja, pembenahan ini memerlukan dana. Untuk itu, stiker dijual warga minimal Rp 5.000, yang nantinya diperuntukkan bagi dana pembenahan masjid. Sejak beberapa bulan kemaren, masjid dibenahi untuk eksteriornya. Mulai dari pemindahan tangga, pembuatan profil di dinding luar, dan perapian belakang masjid (yang sekarang masih dalam proses pengerjaan). Semoga dengan makin kenal, makin akrab, lewat KWK dan kegiatan lain yang difasilitasi RW, pembenahan Kawasan kelapa Gading dapat terlaksana dengan baik.
Jumat, 02 April 2010
DUA TAHUN ZONNIG
OMAR ZONNIG TRISTAN Senin, 29 Maret 2010 keceriaan yang biasa terpancar dari raut mukanya seolah memudar. Kelincahannya yang selalu menjadi bagian utama dirinya pun bagai pergi entah kemana. Senin menjelang dua hari ulang tahunnya itu dia kena demam. Sejak pagi sampai malam tubuhnya lunglai, panas tubuhnya di atas seperti hari biasanya, dan ia hanya mau dekat dengan uminya. Bahasa universal seorang batita yang menginjak dua tahun menjadi pengantar komunikasi dengan kami, menangis. Rengekannya menggantikan omongannya yang memang berbeda dengan kedua kakaknya. Pantas saja, Kami menjadi lebih tidak memahami.
Yang Kami rasakan, apa yang dia alami seperti pada kejadian setahun yang lalu. Menjelang dua tahun dia sakit demam, dan kayaknya akan flu. Dan alhamdulillah, ternyata itu hanya berlangsung cuma sehari. Pas dua tahunnya, dia sudah nampak seperti hari-hrai biasanya: ceria, lincah, energik, mudah ketawa, ramah dengan siapa saja (walau dengan bahasa yang susah dipahami orang banyak).
Rabu, 31 Maret 2010 adalah hari pertama di tahun kedua dia bersama Kami. Kehadirannya, yang tidak kami rencanakan secara matang ternyata membawa berkah dan anugerah tersendiri. Kelincahannya di atas kedua kakaknya, dan berbahasanya juga berbeda dengan kakaknya. Orang banyak mengistilahkan Zonnig telat ngomong. Bagi kami, ini merupakan sesuatu yang menantang dalam mendidik anak. Menjelang dua tahunnya, kata yang fasih diucapkan adalah baba (tokoh boneka) dan umi (memanggil semua orang di sekelilingnya). Sementara untuk lagu yang selalu ingin dia dengar adalah crash test dumies..mmm...mmm....mmm. Kala mendengar lagu itu, tangisannya menjadi hilang, kesedihannya berubah menjadi kebahagiaan.
Rabu yang spesial bagi Kami ini, seperti biasa tidak ada acara spesial dalam ulang tahun. Hanya dengan sedikit merayakan kebersamaan, Kami memakan bersama yang sebelumnya diawali dengan meniup lilin. Biasanya ritual seperti ini kami lakukan pada ba’da maghrib, tanpa mengundang orang lain. Rabu malam itu dia sangat berbahagia, bahkan diantara kami yang makan kue tar paling banyak adalah dia. Kami pun sangat berbahagia. Maturnuwun Gusti.
Bersama
Pengunjung ke
Gang Raflesia
Banten, Indonesia 42122